‹ Semua renungan

Senin, 16 Oktober 2028

Meminta Tanda

Ada orang yang tidak pernah cukup dengan bukti. Ditunjukkan satu, ia minta dua. Diberi dua, ia curiga dan minta sepuluh. Seolah-olah persoalannya kurang data, padahal sebenarnya hatinya memang belum mau percaya. Bukti berapa pun akan selalu kurang bagi orang yang sudah memutuskan untuk ragu.

Yesus berhadapan dengan orang-orang seperti itu. Angkatan ini, kata-Nya, adalah angkatan yang jahat; mereka menghendaki suatu tanda. Padahal mereka baru saja menyaksikan begitu banyak. Maka Yesus berkata tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Seperti Yunus tiga hari dalam perut ikan lalu keluar, demikian Anak Manusia akan tiga hari di dalam bumi lalu bangkit. Tanda terbesar justru sedang disiapkan, tetapi mereka tidak akan mau melihatnya.

Lalu Yesus menunjuk dua contoh yang menampar. Ratu dari Selatan datang dari ujung bumi hanya untuk mendengar hikmat Salomo. Orang-orang Niniwe bertobat mendengar Yunus. Orang-orang asing itu percaya dengan tanda yang jauh lebih sedikit. Sementara mereka yang berdiri di depan Yesus sendiri, yang lebih besar daripada Salomo dan Yunus, tetap menuntut bukti.

Kita pun bisa terjebak menuntut tanda: kalau Tuhan sungguh ada, buktikan dulu dengan menjawab doaku persis seperti mauku. Iman semacam itu tidak pernah kenyang, sebab ia menaruh syarat di atas kepercayaan.

Adakah tanda yang sebenarnya sudah cukup Tuhan berikan, tetapi terus kita tawar karena hati belum mau percaya?

Tuhan, sembuhkanlah hatiku yang suka menuntut bukti, dan berilah aku mata yang percaya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →