Sabtu, 14 Oktober 2028
Lebih daripada Melahirkan
Ketika seorang anak berhasil, orang sering memuji ibunya: sungguh beruntung perempuan yang melahirkan dan membesarkanmu. Pujian itu tulus dan wajar. Seorang perempuan di tengah kerumunan pun berseru begitu kepada Yesus: berbahagialah rahim yang mengandung Engkau dan susu yang menyusui Engkau.
Jawaban Yesus, sekilas, terdengar seperti menolak pujian atas ibu-Nya: yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Tetapi kalau kita renungkan, Ia sebenarnya sedang mengangkat Maria lebih tinggi, bukan merendahkannya.
Sebab keutamaan Maria yang sejati bukan terletak pada hubungan darah, melainkan pada hatinya. Sejak Kabar Gembira, ia berkata: terjadilah padaku menurut perkataanmu. Sepanjang hidupnya, Injil mencatat, ia menyimpan dan merenungkan segala firman dalam hatinya. Maria berbahagia bukan pertama-tama karena mengandung Yesus dalam rahimnya, melainkan karena lebih dahulu menerima firman itu dalam imannya.
Di bulan Rosario ini, itu penghiburan bagi kita. Kita tidak bisa menjadi ibu Yesus secara jasmani. Tetapi jalan kebahagiaan Maria terbuka bagi siapa saja: mendengarkan firman dan memeliharanya. Paulus menegaskan, dalam Kristus tidak ada lagi sekat Yahudi atau Yunani, hamba atau merdeka, semua menjadi satu.
Kita sering mengukur berkat dari apa yang kita miliki atau lahirkan. Yesus mengukurnya dari apa yang kita dengar dan kita rawat dalam hati.
Firman mana yang sudah lama kita dengar, tetapi belum sungguh kita pelihara?
Tuhan, seperti Maria, ajarilah aku mendengarkan firman-Mu dan menyimpannya dengan setia dalam hati. Amin.