‹ Semua renungan

Jumat, 6 Oktober 2028

Jawaban dari Dalam Badai

Anak kecil yang sedang gemar bertanya bisa membuat orang tua kehabisan kata. Mengapa langit biru, mengapa laut asin, mengapa kakek harus mati. Sampai pada titik tertentu, jawaban terbaik bukan lagi penjelasan, melainkan ajakan: ayo, kita lihat dulu betapa luasnya dunia ini.

Ayub menuntut jawaban dari Allah. Sepanjang kitab ini ia bertanya, memprotes, menggugat: mengapa orang benar menderita? Pertanyaannya jujur dan berhak didengar. Maka akhirnya Tuhan menjawab. Tetapi cara-Nya mengejutkan. Ia menjawab dari dalam badai, dan jawaban itu berupa pertanyaan balik: di manakah engkau ketika Aku meletakkan dasar bumi? Pernahkah engkau menyuruh datang fajar, atau turun ke sumber laut?

Allah tidak menerangkan sebab penderitaan Ayub satu per satu. Ia justru membentangkan luasnya misteri, sampai Ayub sadar betapa kecil sudut pandangnya. Dan Ayub menutup mulutnya dengan tangan: satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi.

Ini bukan Ayub yang dibungkam dengan paksa. Ini Ayub yang tenang, karena akhirnya ia berjumpa dengan Allah sendiri, bukan sekadar mendapat jawaban atas soalnya. Kadang yang kita butuhkan bukan penjelasan, melainkan perjumpaan.

Dalam Injil, Yesus menegur kota-kota yang menuntut bukti tetapi menolak bertobat. Rupanya persoalannya bukan kurang jawaban, melainkan hati yang belum sujud.

Adakah pertanyaan yang selama ini menuntut jawaban dari Tuhan, padahal yang lebih kubutuhkan adalah berjumpa dengan-Nya?

Tuhan, di tengah badai yang tak kumengerti, cukupkanlah bagiku perjumpaan dengan Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →