‹ Semua renungan

Rabu, 4 Oktober 2028

Yang Memilih Tak Punya

Di alun-alun kota Assisi, delapan abad silam, seorang muda anak saudagar kain melepaskan pakaiannya di depan umum dan mengembalikannya kepada ayahnya. Ia memilih tidak memiliki apa-apa. Namanya Fransiskus, dan hari ini seluruh Gereja mengenangnya.

Injil hari ini seakan menjadi riwayat hidupnya. Seorang berkata kepada Yesus: aku akan mengikut Engkau ke mana saja. Jawab Yesus: serigala punya liang, burung punya sarang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat meletakkan kepala. Kalimat itu menakutkan bagi kebanyakan orang. Bagi Fransiskus, justru di situ letak kemerdekaannya. Ia memilih tidak punya, supaya tidak dipunyai oleh apa pun.

Yesus juga berkata: siapa yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak bagi Kerajaan Allah. Mengikut Dia menuntut mata yang menghadap depan, bukan hati yang setengah tertinggal pada kenyamanan lama.

Ayub, dari atas timbunan penderitaannya, memandang Allah yang menjadikan bintang Biduk, Belantik, dan Kartika, Allah yang berjalan di atas gelombang laut. Fransiskus memandang bintang dan matahari yang sama, lalu menyapa mereka saudara dan saudari. Orang yang tak memiliki apa-apa ternyata merasa bersaudara dengan segala.

Adakah satu barang, kebiasaan, atau rasa aman yang selama ini memiliki kita lebih daripada kita memilikinya?

Tuhan, seperti Fransiskus, ajarilah aku melepas, supaya tanganku bebas memeluk Engkau dan sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →