Jumat, 29 September 2028
Tiga Nama, Satu Arah
Di kampung, nama anak sering merupakan doa orang tuanya. Slamet supaya selamat, Rahayu supaya sejahtera. Nama dipasang sebagai harapan yang dibawa seumur hidup.
Ketiga malaikat agung yang kita rayakan hari ini juga memanggul nama yang berupa kalimat. Mikael berarti siapakah seperti Allah. Gabriel berarti Allah itu kekuatan. Rafael berarti Allah menyembuhkan. Perhatikan: tidak satu pun nama itu bercerita tentang si malaikat sendiri. Ketiganya menunjuk ke arah yang sama, kepada Allah. Memang itulah hakikatnya; kata malaikat berasal dari bahasa Yunani angelos, artinya utusan. Utusan sejati tidak memajang dirinya; ia menyampaikan Pengutusnya.
Kepada Natanael yang baru saja percaya, Yesus menjanjikan pemandangan yang lebih besar: engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia. Langit dan bumi tidak putus hubungan. Lalu lintas kasih Allah ramai turun naik, dan porosnya adalah Kristus sendiri.
Daniel melihat seribu kali beribu-ribu melayani di hadapan takhta, selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Kita tidak sendirian di dunia ini; kita dikawal.
Seperti tiga nama itu, hidup kita pun sebuah pesan. Ke arah mana ia menunjuk: kepada diri sendiri, atau kepada Allah?
Allah para malaikat, jadikanlah hidupku utusan yang selalu menunjuk kepada-Mu. Amin.