Jumat, 22 September 2028
Yang di Dapur Hajatan
Di setiap hajatan ada dua dunia. Di depan: panggung, pengeras suara, nama-nama yang disebut pembawa acara. Di belakang: dapur yang berasap sejak subuh, ibu-ibu yang mengaduk gulai dan mencuci tumpukan piring. Pesta selalu berdiri di atas kerja orang-orang yang tidak disebut namanya.
Lukas hari ini membuka dunia belakang itu. Di sela kisah-kisah besar, ia mencatat nama-nama yang mudah terlewat: Maria Magdalena, Yohana isteri Khuza, Susana, dan banyak perempuan lain, yang melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Perjalanan pewartaan Yesus dari kota ke kota ternyata ditopang dari dapur: oleh perempuan-perempuan yang pernah disembuhkan dan menjawabnya dengan pelayanan diam-diam.
Paulus mengingatkan bahwa seluruh iman kita berdiri atau roboh bersama satu berita: Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati. Berita sebesar itu sampai ke telinga kita hari ini juga lewat rantai orang-orang tanpa panggung: katekis kampung, orang tua yang mengajarkan doa malam, umat yang setia menyumbang tanpa papan nama.
Tidak semua kita dipanggil ke mimbar. Tetapi semua bisa masuk daftar Lukas: para penopang senyap karya Tuhan.
Dukungan diam-diam apa yang bisa kita berikan pekan ini?
Tuhan, jadikanlah aku senang melayani-Mu dari belakang, tanpa perlu disebut namaku. Amin.