Kamis, 21 September 2028
Berdiri dari Meja
Pekerjaan bisa menjadi cap yang menempel lebih kuat daripada nama. Di Palestina abad pertama, pemungut cukai berarti kaki tangan penjajah, pemeras, orang yang disebut satu tarikan napas dengan pendosa. Matius duduk di rumah cukai: duduk, mapan, seolah sudah berdamai dengan capnya.
Lalu Yesus lewat dan hanya mengucapkan dua kata: Ikutlah Aku. Injil mencatat jawaban Matius dengan sama hematnya: maka berdirilah Matius, lalu mengikut Dia. Dari duduk menjadi berdiri; dari dicap menjadi dipanggil.
Yang mengharukan, kisah ini kita baca dari Injil karangan Matius sendiri. Ia tidak menyembunyikan masa lalunya; ia menuliskannya, sebab justru di situ kelihatan besarnya belas kasihan: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.
Surat Efesus melengkapinya: kepada kita masing-masing dianugerahkan kasih karunia, ada rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, pengajar, semuanya untuk membangun tubuh Kristus. Matius membawa bekal hidup lamanya, barangkali termasuk kebiasaan mencatat dengan teliti, dan dari tangannya lahir sebuah Injil yang dibaca sampai hari ini.
Cap apa yang selama ini membuat kita merasa tidak mungkin dipanggil?
Tuhan, panggillah aku berdiri dari mejaku, dan pakailah seluruh masa laluku bagi kemuliaan-Mu. Amin.