‹ Semua renungan

Selasa, 19 September 2028

Tanpa Diminta

Kemarin kita bertemu perwira yang mengirim utusan untuk meminta. Hari ini, di pintu gerbang kota Nain, tidak ada seorang pun yang meminta apa-apa.

Yang ada hanya iring-iringan duka: jenazah seorang anak laki-laki tunggal diusung ke luar, dan ibunya seorang janda. Dalam satu keranda itu terusung juga seluruh masa depannya: penopang hidupnya, nama keluarganya, alasannya bangun pagi.

Lukas mencatat urutannya dengan teliti: Yesus melihat, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, lalu Ia berkata dan bertindak. Tidak ada yang memohon, tidak ada yang lebih dulu menunjukkan iman. Belas kasihan Allah bergerak duluan, mendahului doa.

Di pintu gerbang itu dua rombongan berpapasan: rombongan kematian keluar kota, rombongan kehidupan masuk kota. Dan yang keluar dipaksa berbalik: pemuda itu bangun, lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Kita sering menunggu diminta sebelum menolong, dan merasa aman karena tidak ada yang datang meminta. Padahal mata yang mau melihat selalu menemukan janda dari Nain di sekitarnya. Paulus mengingatkan: kamu semua adalah tubuh Kristus. Dan tubuh tidak pernah menunggu surat resmi untuk merasakan sakit salah satu anggotanya.

Siapa di dekat kita yang tidak pernah meminta apa-apa, tetapi jelas sedang memikul keranda?

Tuhan, berilah aku mata yang melihat dan hati yang bergerak tanpa menunggu diminta. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →