‹ Semua renungan

Senin, 18 September 2028

Kalimat dari Kapernaum

Setiap misa, sesaat sebelum komuni, seluruh gereja mengucapkan kalimat yang sama: ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Jarang kita sadari, kalimat itu bukan karangan para ahli liturgi. Ia lahir dari mulut seorang perwira Romawi di Kapernaum, orang kafir menurut ukuran zamannya.

Perwira ini punya segalanya untuk merasa layak: pangkat, pasukan, jasa membangun rumah ibadat. Para tua-tua Yahudi pun memujinya: ia layak Engkau tolong. Tetapi justru ia sendiri yang berkata: aku tidak layak. Ia mengukur diri dengan jujur, lalu menggantungkan semuanya pada satu hal saja: katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Yesus heran. Injil jarang sekali mencatat Yesus heran; kali ini karena iman: iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel.

Paulus menegur jemaat Korintus yang makan perjamuan Tuhan sambil saling mendahului, yang kaya kenyang dan yang miskin lapar. Merasa layak memang bahaya tertua di sekitar altar. Ekaristi bukan hak orang hebat, melainkan hadiah bagi mereka yang berani berkata: aku tidak layak.

Kapan terakhir kali kita mengucapkan kalimat perwira itu dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar hafalan?

Tuhan, aku tidak pantas; bersabdalah saja, maka jiwaku akan sembuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →