‹ Semua renungan

Jumat, 15 September 2028

Ibu yang Tetap Berdiri

Kemarin kita memandang Salib Suci. Hari ini Gereja mengalihkan pandangan sedikit ke bawah, kepada perempuan yang berdiri di kaki salib itu: Santa Perawan Maria Berdukacita.

Siapa pernah menunggui orang sakit tahu rasanya. Yang terbaring memikul sakitnya; yang menunggui memikul ketidakberdayaannya. Tidak bisa mengurangi nyeri, tidak bisa menggantikan posisi. Hanya bisa ada di situ.

Itulah Maria di Kalvari. Ia tidak bisa menurunkan Anaknya, tidak bisa membela, tidak bisa menghentikan apa pun. Tetapi ia tidak lari. Ia berdiri. Kehadiran yang kelihatannya tidak berbuat apa-apa itu justru kasih dalam bentuknya yang paling murni.

Injil hari ini menyimpan kalimat yang diam-diam menjadi potret Maria: seorang murid tidak lebih daripada gurunya, tetapi barangsiapa telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Maria adalah murid yang tamat. Sang Guru memikul salib; ibu-Nya ikut tertikam, dan bertahan sampai akhir.

Kita sering ingin menolong dengan solusi, dan mundur bila tidak menemukan jalan keluar. Maria mengajarkan cara lain: menemani sampai selesai, sekalipun tidak ada lagi yang bisa diperbuat.

Siapa yang hari ini membutuhkan kita, bukan untuk memecahkan masalahnya, melainkan sekadar untuk tetap berdiri di sampingnya?

Bunda Berdukacita, ajarilah aku setia hadir di samping mereka yang menderita. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →