‹ Semua renungan

Rabu, 13 September 2028

Mulut Emas

Gereja hari ini mengenang Santo Yohanes Krisostomus. Nama itu sebenarnya julukan; artinya si mulut emas. Tetapi emas di mulutnya bukan kata-kata manis. Khotbahnya menyengat: ia menegur kemewahan istana, membela kaum miskin, sampai akhirnya dibuang dan wafat di pengasingan.

Injil hari ini terdengar pas sekali di mulut seperti itu. Kemarin Yesus memilih dua belas rasul lalu turun ke tempat yang datar; hari ini, sejajar dengan orang-orang kecil itu, Ia memandang murid-murid-Nya dan berkata: berbahagialah kamu yang miskin, yang lapar, yang menangis, yang dibenci. Lalu deret sebaliknya: celakalah kamu yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, yang dipuji semua orang.

Ukuran dunia dibalik total. Bukan karena miskin itu enak, melainkan karena orang miskin tidak punya apa-apa untuk dipegang selain Allah, sedangkan orang kenyang gampang merasa tidak butuh siapa-siapa.

Paulus menambah nadanya: waktu telah singkat; orang yang membeli hendaklah seolah-olah tidak memiliki, sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. Krisostomus memercayainya sampai akhir; kata-kata terakhirnya konon: kemuliaan bagi Allah atas segala-galanya.

Kalau ukuran Yesus yang dipakai, hari ini kita sedang berbahagia, atau sedang celaka?

Tuhan, jangan biarkan kenyangku membuatku lupa bahwa aku miskin di hadapan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →