Senin, 11 September 2028
Sejumput Ragi
Ibu-ibu pembuat roti tahu keajaiban kecil di dapurnya: sejumput ragi, tidak sampai satu sendok, sanggup mengubah sebaskom adonan. Didiamkan semalam, seluruh adonan mengembang. Tidak ada bagian yang luput.
Paulus memakai gambar dapur itu untuk perkara yang serius. Di Korintus ada skandal yang dibiarkan, dan jemaat malah berbangga, seolah-olah itu tanda kebebasan. Paulus menegur: tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
Dosa yang dipelihara memang tidak pernah tinggal diam. Ia bekerja pelan seperti ragi. Satu kebohongan kecil melahirkan kebohongan berikutnya; satu kebiasaan buruk yang dimaklumi lama-lama menjadi budaya bersama. Tidak ada dosa yang benar-benar urusan pribadi; diam-diam ia meresapi seluruh rumah.
Maka nasihat Paulus tegas: buanglah ragi yang lama, jadilah adonan yang baru. Dan Yesus dalam Injil memperlihatkan wajah adonan baru itu. Di rumah ibadat, di bawah tatapan para pengintai yang mencari kesalahan, Ia menyuruh orang yang mati tangan kanannya berdiri di tengah, lalu menyembuhkannya. Kebaikan tidak menunggu hari yang aman.
Ragi macam apa yang sedang bekerja diam-diam dalam adonan hidup kita: ragi lama yang merusak, atau kebaikan yang menular?
Tuhan, buanglah ragi lamaku, dan khamirilah hidupku dengan kebaikan-Mu. Amin.