Sabtu, 2 September 2028
Talenta di Dalam Tanah
Di pasar ada pedagang yang memulai semuanya dari satu keranjang. Modalnya kecil, tetapi setiap hari keranjang itu berangkat. Ada juga orang yang menyimpan modalnya rapat-rapat di lemari, takut rugi, dan sepuluh tahun kemudian uang itu masih utuh. Utuh, dan tidak menjadi apa-apa.
Kemarin kita mendengar gadis-gadis yang kehabisan minyak. Hari ini seorang hamba yang mengubur talenta. Ia tidak mencuri, tidak berjudi, tidak memboroskan. Ia hanya takut. Dan justru ketakutan itulah yang disebut tuannya jahat dan malas.
Sebab talenta bukan milik; talenta itu kepercayaan. Menguburnya berarti mengembalikan kepercayaan dalam keadaan tersegel, tidak pernah dibuka sama sekali.
Kemarin Paulus menulis bahwa yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia. Hari ini ia menunjuk buktinya: ingat saja keadaanmu ketika dipanggil; tidak banyak yang bijak, berpengaruh, terpandang. Allah memang suka bekerja lewat modal kecil. Maka satu talenta bukan alasan untuk minder; satu talenta adalah undangan untuk mulai.
Apa satu hal kecil yang selama ini kita kubur rapat-rapat karena takut gagal?
Tuhan, bongkarlah timbunan ketakutanku, supaya kepercayaan yang Kautanam berbuah. Amin.