‹ Semua renungan

Jumat, 1 September 2028

Minyak yang Tak Bisa Dipinjam

Saat listrik padam malam hari, hampir setiap rumah punya cerita yang sama. Lilin ada, koreknya yang hilang. Senter ketemu, baterainya kosong. Padahal pemadaman bukan barang baru; kita saja yang tidak pernah sungguh bersiap. Kesiapan ternyata tidak bisa disulap pada detik terakhir.

Kemarin Yesus berpesan: berjaga-jagalah. Hari ini Ia memberi gambarnya. Sepuluh gadis menyongsong mempelai. Semua membawa pelita, semua sama-sama mengantuk, semua tertidur. Yang membedakan hanya satu hal kecil yang tak kelihatan dari luar: minyak dalam buli-buli.

Dan minyak itu, aneh sekali, tidak bisa dipinjam. Bukan karena gadis-gadis bijaksana itu pelit. Memang ada hal-hal yang tidak bisa dioper kepada orang lain. Kesetiaan doa bertahun-tahun. Kebiasaan mengampuni. Iman yang dirawat pelan-pelan. Semua itu minyak; ia diisi setiap hari, bukan dibeli tengah malam.

Paulus menyebut pemberitaan salib sebagai kebodohan bagi dunia. Menyiapkan minyak untuk mempelai yang belum kelihatan memang tampak bodoh. Tetapi justru di situ hikmat Allah bersembunyi: yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia.

Hari ini, masih adakah minyak dalam buli-buli kita, atau tinggal pelitanya saja yang kita bawa ke mana-mana?

Tuhan, ajarilah aku mengisi minyak setiap hari, sebelum malam tiba. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →