‹ Semua renungan

Selasa, 29 Agustus 2028

Nyamuk dan Unta

Rapat bisa panas berjam-jam soal konsumsi dan warna spanduk, lalu mendadak senyap ketika menyentuh laporan keuangan yang janggal. Kita memang piawai meributkan yang kecil dan berdamai dengan yang besar.

Sejak kemarin Injil memperdengarkan deretan kecaman Yesus. Hari ini sindiran-Nya paling tajam: "Nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan." Persepuluhan dari selasih dan jintan dibayar dengan teliti, sedangkan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan diabaikan. Bukan ketelitian kecil itu yang salah; "yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan". Yang salah adalah menjadikan ketelitian kecil sebagai tebusan bagi pelanggaran besar.

Hari ini Gereja mengenang kemartiran Santo Yohanes Pembaptis. Ia mati justru karena menolak menelan unta. Ia menegur perkawinan Herodes yang melanggar keadilan dan kesetiaan. Ia bisa saja diam demi aman, sibuk dengan ibadahnya di padang gurun. Ia memilih bersuara, dan kepalanya menjadi harga kebenaran itu.

Kita tidak diminta mencari pemenggalan. Kita hanya diminta jujur: unta apa yang selama ini kita telan diam-diam, sambil sibuk menapis nyamuk?

Tuhan, berilah aku hati yang adil, setia, dan berbelas kasih, bukan sekadar teliti dalam perkara kecil. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →