Senin, 28 Agustus 2028
Hati yang Gelisah
Ada gelisah yang merusak, ada gelisah yang menuntun. Gelisah yang membuat orang berpindah dari satu hiburan ke hiburan lain tanpa pernah kenyang, bisa jadi sebenarnya kompas yang sedang mencari utara.
Hari ini pesta Santo Agustinus, orang yang paling paham soal itu. Masa mudanya habis untuk mengejar kenikmatan, karier, dan aliran pemikiran yang silih berganti. Semuanya mengecewakan. Sampai akhirnya ia berlabuh dan menuliskan kalimat yang tidak lekang: Engkau menciptakan kami bagi-Mu, ya Tuhan, dan gelisahlah hati kami sampai beristirahat dalam Engkau.
Dalam Injil hari ini Yesus mengecam mereka yang menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang: tidak masuk sendiri, dan merintangi orang yang berusaha masuk. Agustinus beruntung. Di pintunya berdiri orang-orang yang justru membukakan: Monika, ibunya, yang berdoa dengan air mata belasan tahun, dan Uskup Ambrosius yang menjawab segala pertanyaannya dengan sabar.
Di sekitar kita ada orang-orang yang sedang gelisah mencari. Pertanyaannya menusuk: kehadiran kita membukakan pintu atau malah menghalangi? Kadang orang menolak Gereja bukan karena Kristus, melainkan karena kelakuan kita.
Tuhan, Engkaulah tujuan segala gelisahku. Jadikanlah aku pintu yang terbuka, bukan penghalang, bagi para pencari-Mu. Amin.