‹ Semua renungan

Jumat, 25 Agustus 2028

Mangsa Ketiga

Puncak kemarau, yang oleh orang Jawa disebut mangsa ketiga, mengubah sawah menjadi hamparan retak. Rumput mati, tanah keras membatu. Lalu hujan pertama turun, dan dalam hitungan hari semuanya hijau kembali. Dari mana hidup itu? Ia ternyata menunggu di tempat yang kita kira sudah mati.

Yehezkiel dibawa ke lembah yang penuh tulang, amat kering. Pertanyaan Allah terdengar mustahil: "Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Jawaban Yehezkiel jujur sekaligus indah: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengetahui!" Ia tidak berkata bisa, tidak juga berkata tidak. Ia menyerahkan kemungkinan itu kepada Allah. Lalu nafas hidup datang dari keempat penjuru angin, dan lembah kematian berubah menjadi barisan besar orang hidup.

Tulang-tulang itu, kata Allah, adalah umat yang berkata: pengharapan kami sudah lenyap. Pernahkah kita mengucapkan kalimat itu? Tentang pernikahan, tentang anak, tentang Gereja, tentang diri sendiri?

Injil hari ini merangkum seluruh hukum menjadi kasih kepada Allah dan sesama. Kasih semacam itulah nafas yang menghidupkan kembali relasi yang tinggal kerangka.

Kering bukan kata akhir. Tanyakan saja kepada sawah di bulan Agustus.

Ya Roh Allah, berhembuslah atas bagian hidupku yang paling kering, dan hidupkanlah kembali. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →