‹ Semua renungan

Kamis, 24 Agustus 2028

Mari dan Lihatlah

Setiap daerah punya korban stereotip. Kampung yang disebut sarang preman, suku yang dicap pelit, kota yang katanya kasar orangnya. Label semacam itu hemat tenaga: kita merasa sudah tahu tanpa perlu berkunjung.

Natanael, yang hari ini kita rayakan dengan nama Bartolomeus, sempat terjebak di sana: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Nazaret memang kampung kecil yang tidak tercatat prestasinya. Filipus tidak mengajaknya berdebat. Jawabannya hanya tiga kata: "Mari dan lihatlah!"

Natanael mau datang, dan prasangkanya runtuh dalam satu perjumpaan. Ia yang tadinya mencibir Nazaret berseru: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Dan Yesus berjanji ia akan melihat hal-hal yang lebih besar lagi.

Bacaan I memperlihatkan ujung kisahnya. Pada tembok Yerusalem baru terukir dua belas batu dasar dengan nama kedua belas rasul. Nama si pencibir itu ikut terukir abadi, karena ia pernah bersedia datang dan melihat.

Berapa banyak "Nazaret" yang kita tolak tanpa pernah mendatanginya: orang, komunitas, bahkan panggilan Tuhan sendiri? Prasangka tidak runtuh oleh debat. Ia runtuh oleh perjumpaan.

Tuhan, bebaskanlah aku dari label yang kubuat sendiri, dan berilah aku kaki yang mau datang dan melihat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →