‹ Semua renungan

Jumat, 18 Agustus 2028

Janji yang Tidak Ikut Tua

Di rumah pasangan yang sudah lama menikah, ada benda yang diam-diam berubah: cincin. Jari menua, cincin melonggar atau justru menyempit. Tetapi janji yang dulu diikatkan bersamanya seharusnya tidak ikut longgar.

Bacaan I hari ini adalah salah satu kisah cinta paling menyayat dalam Alkitab. Allah memungut Yerusalem seperti bayi yang dibuang ke ladang, membasuhnya, membesarkannya, menghiasinya sampai jelita, lalu mengikat perjanjian dengannya. Dan dikhianati. Namun dengarkan kalimat penutupnya: "Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu, dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal."

Dikhianati, namun tetap mengingat janji. Itulah kesetiaan Allah.

Kemarin kita mendengar panggilan mengampuni tanpa hitungan. Hari ini orang Farisi datang bertanya soal surat cerai, dan Yesus menarik mereka kembali ke rancangan awal: "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Yesus berani setegas itu karena Allah sendiri sudah memberikan teladannya: Ia tidak menceraikan umat yang tidak setia kepada-Nya.

Kesetiaan bukan perasaan yang kebetulan bertahan. Ia keputusan yang diperbarui. Setiap hari.

Tuhan yang setia, kuatkanlah semua yang sedang berjuang menjaga janjinya, dan ampunilah kami yang pernah mengingkarinya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →