Sabtu, 12 Agustus 2028
Menara Pengaduan
Kebanyakan orang mengeluh sambil pergi. Protes, lalu meninggalkan ruangan, membanting pintu. Habakuk mengeluh dengan cara lain: protes, lalu naik ke menara jaga dan menunggu jawaban.
Keluhannya berat dan jujur. Mengapa Engkau berdiam diri melihat orang fasik menelan orang yang lebih benar? Mengapa kelaliman menang? Pertanyaan yang masih kita ucapkan hari ini di depan berita ketidakadilan. Alkitab tidak menyensornya. Keluhan itu justru dibukukan menjadi Kitab Suci.
Dan jawaban datang, dengan jadwalnya sendiri: "Penglihatan itu masih menanti saatnya... apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang." Lalu ditutup kalimat yang kelak menggerakkan sejarah: orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.
Kemarin kita mendengar ajakan memikul salib. Hari ini para murid gagal mengusir setan, dan Yesus menyebut sebabnya: kurang percaya. Iman sebesar biji sesawi pun cukup untuk memindahkan gunung, asalkan sungguh iman, bukan sekadar keluhan yang berlalu.
Boleh protes kepada Allah. Asal seperti Habakuk: protes sambil tetap berdiri di pos.
Tuhan, kuatkanlah aku menanti jawaban-Mu tanpa meninggalkan menara pengharapanku. Amin.