‹ Semua renungan

Jumat, 11 Agustus 2028

Jernih

Air keruh tidak bisa dipaksa jernih dengan diaduk. Ia hanya perlu dibiarkan tenang. Lumpurnya turun sendiri, dan tiba-tiba dasarnya kelihatan. Yang mengeruhkan bukan airnya, melainkan segala yang kita aduk ke dalamnya.

Hari ini Gereja mengenang Santa Klara dari Asisi. Namanya berasal dari kata Latin clarus: terang, jernih. Ia meninggalkan rumah bangsawan dan memilih hidup nyaris tanpa milik. Anehnya, semakin sedikit yang ia genggam, semakin jernih ia memandang Allah dan manusia.

Injil hari ini memberi hitungannya: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" Bacaan I memperlihatkan hasil akhir Niniwe, kota yang memenangkan segalanya: runtuh, dan tak seorang pun meratapinya.

Kita tidak semua dipanggil masuk biara. Tetapi kita semua bisa berhenti mengaduk. Mengurangi yang tidak perlu, melepas yang hanya memenuhi, memberi ruang hening dalam sehari. Milik itu seperti lumpur: tidak jahat, hanya membuat keruh kalau terlalu banyak melayang-layang di dalam air.

Apa yang perlu kuendapkan pekan ini supaya hidupku kembali bening?

Tuhan, jernihkanlah hatiku dari genggaman yang berlebihan, supaya aku dapat memandang Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →