Kamis, 10 Agustus 2028
Harta yang Ditunjukkan
Petani punya logika yang aneh bagi orang kota: gabah terbaik justru tidak dimakan. Ia disimpan untuk ditanam. Benih yang paling berharga adalah benih yang paling siap dikuburkan ke dalam tanah.
Hari ini pesta Santo Laurensius, diakon muda Gereja Roma. Ketika penguasa menuntut harta Gereja diserahkan, Laurensius meminta waktu tiga hari. Ia kembali membawa barisan orang miskin, yatim, dan orang sakit, lalu berkata: inilah harta Gereja. Ia dihukum mati dibakar, dan menurut kisah yang diwariskan, masih sempat bergurau di atas panggangan.
Laurensius memahami Injil hari ini secara harfiah: "Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Ia menolak menyimpan hidupnya rapat-rapat di lumbung. Ia memilih ditanam.
Kita sering berpikir sebaliknya. Waktu, tenaga, dan harta kita amankan erat-erat, lalu kita heran mengapa hidup terasa mandul. Paulus mengingatkan: orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Hari ini, apa yang bisa kita tanam, bukan sekadar simpan?
Tuhan, jadikanlah hidupku benih yang berani jatuh ke tanah, supaya berbuah bagi banyak orang. Amin.