‹ Semua renungan

Senin, 7 Agustus 2028

Kabar Baik Palsu

Obat palsu selalu lebih enak daripada obat asli. Manis, murah, dan berjanji menyembuhkan dalam semalam. Penjualnya pun tampak lebih meyakinkan daripada dokter, sebab ia tidak dibebani kebenaran.

Nabi Hananya menjual obat semacam itu. Dalam dua tahun, katanya, kuk Babel patah dan semua orang buangan pulang. Rakyat yang letih tentu bersorak. Yeremia sendiri berkata amin, moga-moga Tuhan berbuat demikian. Tetapi ia mengingatkan: nabi yang bernubuat tentang damai baru terbukti benar bila nubuatnya digenapi. Sejarah kemudian memihak Yeremia. Hananya mati pada tahun itu juga.

Bagaimana membedakan kabar baik yang asli dari yang palsu? Salah satu ujiannya: kabar palsu tidak pernah meminta pertobatan. Ia hanya membenarkan apa yang memang ingin kita dengar. Kabar yang asli menghibur sekaligus menuntut kita berubah.

Injil hari ini memperlihatkan kabar baik yang asli. Yesus tergerak belas kasihan, menyembuhkan, memberi makan lima ribu orang. Tetapi perhatikan: roti itu dibagikan lewat tangan para murid yang justru disuruh memberi dari kekurangan mereka.

Telinga kita condong ke mana: kepada suara yang menyenangkan, atau kepada suara yang menyelamatkan?

Tuhan, berilah aku telinga yang tahan mendengar kebenaran, sekalipun pahit rasanya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →