‹ Semua renungan

Sabtu, 5 Agustus 2028

Sumpah di Meja Pesta

Ada kata-kata yang keluar hanya demi gengsi. Janji di meja pesta, sumpah di depan para tamu, tantangan yang terlontar karena panas hati. Anehnya, orang sering lebih takut menarik ucapannya daripada melakukan hal yang jelas-jelas keliru.

Herodes contohnya. Ia sebenarnya sedih mendengar permintaan kepala Yohanes Pembaptis. Tetapi "karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya", ia memerintahkannya juga. Seorang nabi mati bukan karena kebencian raja, melainkan karena raja takut kehilangan muka.

Kemarin kita mendengar Yeremia dikerumuni massa yang menuntutnya mati. Hari ini kelanjutannya: ia selamat, antara lain karena satu orang bernama Ahikam berani melindunginya. Dua kisah, satu pelajaran. Nyawa orang benar sering bergantung pada keberanian kecil orang-orang di sekitarnya.

Kita mungkin tidak memenggal siapa-siapa. Tetapi berapa kali kita mengorbankan orang demi menjaga gengsi? Membiarkan rekan disalahkan karena kita takut bersuara. Meneruskan keputusan yang keliru hanya karena sudah telanjur diumumkan.

Kehilangan muka itu perih, tetapi bisa sembuh. Kehilangan hati nurani jauh lebih mahal harganya.

Tuhan, berilah aku keberanian menarik kata yang salah dan membela orang yang benar, walau harus kehilangan muka. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →