‹ Semua renungan

Jumat, 28 Juli 2028

Gembala Sehati

Tidak semua yang memegang tongkat gembala sungguh menggembalakan. Ada yang menggiring ternak hanya demi susunya, dagingnya, keuntungannya. Ada pula yang sungguh mengenal tiap ekor, tahu mana yang sakit, mana yang bunting, mana yang suka tersesat. Bedanya bukan pada tongkatnya, melainkan pada hatinya.

Kepada umat yang tercerai-berai, Tuhan berjanji lewat Yeremia, "Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian." Perhatikan ukurannya: sesuai dengan hati Allah. Gembala sejati bukan yang paling pandai memerintah, melainkan yang hatinya selaras dengan hati Sang Pemilik kawanan.

Dan lihatlah cara Allah mengumpulkan umat-Nya kembali: "Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga." Bukan borongan. Satu-satu, dari sana-sini, dikumpulkan dengan telaten. Allah tidak menyelamatkan kerumunan tanpa wajah. Ia mengenal dan memungut setiap orang secara pribadi.

Dalam Injil, Yesus menjelaskan mengapa firman yang sama berbuah berbeda pada tiap orang. Bukan benihnya yang bermasalah, melainkan tanah hati yang menerimanya. Gembala sehati justru sabar menggarap tiap hati, satu per satu, sampai berbuah.

Di lingkup kecil yang dipercayakan kepadaku, keluarga atau komunitas, aku menggembalakan demi keuntunganku, atau dengan hati yang selaras dengan hati Allah?

Tuhan, jadikanlah hatiku sesuai dengan hati-Mu, supaya aku menggembalakan yang Kaupercayakan dengan pengertian dan kasih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →