‹ Semua renungan

Minggu, 23 Juli 2028

Satu Saja yang Perlu

Ada dua cara menyambut tamu istimewa. Yang pertama sibuk di dapur, memastikan segala hidangan sempurna, sampai-sampai hampir tidak sempat menemani sang tamu. Yang kedua duduk menemani, mendengarkan, hadir sepenuhnya. Keduanya lahir dari kasih. Tetapi tamu datang bukan terutama untuk hidangan, melainkan untuk perjumpaan.

Bacaan pertama memperlihatkan penyambutan yang meriah. Abraham melihat tiga orang asing di terik siang, lalu berlari menyongsong mereka. Ia menyuruh Sara meremas tepung, memilih anak lembu yang empuk, menyediakan dadih dan susu. Seluruh kemah sibuk. Tetapi di balik kesibukan itu ada satu hal yang utama: Abraham berdiri melayani mereka, hadir di dekat mereka. Dan justru dalam perjumpaan itu ia menerima janji: tahun depan Sara akan mempunyai anak.

Injil hari ini menaruh dua saudara berdampingan. Marta sibuk sekali melayani, sampai kesal melihat Maria hanya duduk di kaki Tuhan mendengarkan. Keluhannya wajar: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?" Tetapi jawaban Yesus lembut sekaligus mengoreksi: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu."

Yesus tidak sedang merendahkan pelayanan Marta. Ia sedang menyelamatkan Marta dari kekuatiran yang membuat pelayanannya kehilangan sukacita. Melayani itu baik. Tetapi bila pelayanan sampai membuat kita tidak lagi sempat mendengarkan Dia yang kita layani, ada yang terbalik. Maria memilih bagian yang terbaik: hadir di dekat Tuhan.

Paulus menamai bagian terbaik itu sebuah rahasia yang akhirnya dibuka: "Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan." Inti hidup beriman bukan seberapa sibuk kita bekerja bagi Tuhan, melainkan bahwa Tuhan sendiri hadir di tengah kita, dan kita menyediakan waktu untuk-Nya.

Perhatikan, Yesus menyebut nama Marta dua kali: Marta, Marta. Ada kelembutan di situ, seperti orang tua memanggil anak yang sedang panik. Ia tidak menghardik kesibukannya, hanya mengajaknya berhenti sejenak dan menatap. Sering yang kita butuhkan bukan tambahan tenaga, melainkan keberanian untuk berhenti dan duduk. Sebab pelayanan yang lupa mendengarkan lama-lama berubah menjadi kegelisahan, dan kegelisahan itulah yang membuat kita kesal pada orang lain, seperti Marta kesal pada Maria.

Kesibukanku melayani, di rumah dan di gereja, masih menyisakan waktu untuk sekadar duduk mendengarkan Dia, atau sudah menelan habis perjumpaan itu?

Tuhan, di tengah segala kesibukanku melayani, jagalah satu hal yang perlu itu: duduk di dekat-Mu dan mendengarkan Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →