Rabu, 19 Juli 2028
Dikenal Bapa
Ada perbedaan besar antara mengenal tentang seseorang dan sungguh mengenal dia. Kita bisa hafal biodata seorang tokoh: tanggal lahir, riwayat, prestasinya. Tetapi itu belum berarti kita mengenalnya. Mengenal sungguh hanya terjadi dalam relasi, ketika dua orang saling membuka diri. Dan yang paling melegakan bukanlah bahwa aku mengenal seseorang, melainkan bahwa ada yang sungguh mengenal aku.
Hari ini Yesus membuka sepetak rahasia batin-Nya. "Tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak." Antara Yesus dan Bapa ada pengenalan yang utuh, saling menembus, tanpa tabir. Dan kabar gembiranya ada di ujung kalimat: pengenalan itu dibuka bagi "orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya." Kita diundang masuk ke dalam pengenalan yang paling dalam di seluruh alam semesta.
Yesus bersyukur karena hal itu dinyatakan bukan kepada orang yang merasa paling tahu, melainkan kepada orang kecil. Orang yang sibuk merasa sudah mengerti segalanya justru sulit dikenalkan pada yang baru. Hati yang terlalu penuh tidak punya ruang untuk perjumpaan.
Nabi Yesaya mengingatkan bahayanya. Asyur menyangka semua kemenangannya hasil kepandaiannya sendiri, seakan lupa ada Tangan yang memakainya. Orang yang merasa serba tahu lama-lama kehilangan kemampuan untuk dikenal, sebab ia menutup diri dari siapa pun di atasnya.
Lebih penting mana bagiku hari ini: menambah pengetahuan tentang Allah, atau membuka diri untuk sungguh dikenal oleh-Nya?
Bapa, Engkau mengenal aku sampai ke dasar. Bukalah hatiku supaya aku pun sungguh mengenal Engkau melalui Putra-Mu. Amin.