Jumat, 14 Juli 2028
Seperti Embun
Embun turun tanpa suara. Ia tidak seperti hujan badai yang mengguyur dan menggenang. Semalaman ia mengendap pelan-pelan, dan pagi hari daun-daun sudah basah, rumput berkilau, tanah lembap. Tidak ada yang mendengarnya datang, tetapi hidup baru dimulai dari kebasahan yang lembut itu, terutama di musim kemarau ketika hujan enggan turun.
Kepada umat yang baru saja diajak bertobat, Allah menjanjikan diri-Nya lewat gambar itu. "Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung." Sesudah pertobatan, Allah tidak datang sebagai badai penghukum, melainkan sebagai embun yang menyegarkan. Ia menyembuhkan penyelewengan, mengasihi dengan sukarela, membuat umat-Nya berbunga kembali.
Itulah lembutnya cara Allah memulihkan. Ia tidak mempermalukan orang yang kembali. Ia membasahi hati yang kering pelan-pelan, sampai yang layu berbunga lagi. Pertobatan yang sejati tidak berakhir dengan rasa hancur, melainkan dengan kesegaran.
Dalam Injil, Yesus mengutus murid ke tengah dunia yang keras, seperti domba di antara serigala. Dunia mungkin menyambut mereka dengan panas dan aniaya. Tetapi hati mereka disegarkan dari dalam oleh embun yang tidak dikenal dunia.
Adakah bagian hatiku yang kering dan layu, yang perlu kubuka bagi embun kasih Allah pagi ini?
Tuhan, jadilah embun bagiku. Basahilah hatiku yang kering, dan buatlah aku berbunga kembali. Amin.