Sabtu, 1 Juli 2028
Sepatah Kata Cukup
Ada orang yang untuk menggerakkan sesuatu harus turun tangan sendiri. Ada pula yang cukup mengucapkan satu kalimat, dan semuanya bergerak. Seorang mandor berkata "pasang", maka dipasang. Berkata "bongkar", maka dibongkar. Ia tahu, kuasa sejati tidak selalu memerlukan kehadiran fisik. Kadang cukup sepatah kata dari orang yang berwenang.
Perwira di Kapernaum memahami itu lebih dalam dari siapa pun. Ia biasa memerintah dan diperintah. Maka ketika hambanya sakit, ia tidak menuntut Yesus datang ke rumahnya. "Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh." Ia percaya, firman Yesus punya wibawa yang sama seperti perintah seorang panglima: diucapkan, lalu jadi.
Yang mengherankan, justru orang asing inilah yang membuat Yesus takjub. "Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel." Kemarin kita mendengar Yesus menjamah orang kusta dengan tangan-Nya. Hari ini Ia menyembuhkan dari jauh, hanya dengan kata. Ternyata kasih-Nya tidak terhalang jarak.
Kita sering merasa doa baru manjur bila disertai banyak syarat: tempat yang khusus, perasaan yang pas, kata-kata yang panjang. Perwira itu mengajar kita hal lain. Percaya saja pada sepatah kata-Nya.
Adakah yang kutunggu-tunggu dari Tuhan, padahal firman-Nya sudah cukup untuk kupegang?
Tuhan, aku tidak layak, tetapi katakanlah sepatah kata, maka sembuhlah jiwaku. Amin.