Jumat, 30 Juni 2028
Aku Mau
Ada penyakit yang membunuh pergaulan lebih dulu sebelum membunuh badan. Penderitanya dijauhi, piringnya dipisah, kabarnya dibisik-bisikkan. Yang paling menyakitkan sering bukan penyakitnya, melainkan sepinya.
Kusta pada zaman Yesus adalah penyakit semacam itu. Penderitanya wajib tinggal di luar perkampungan dan berteriak najis kepada siapa pun yang mendekat. Bertahun-tahun tidak disapa, tidak disentuh. Lalu orang kusta itu memberanikan diri datang bersujud: Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.
Perhatikan urutan yang dipilih Yesus. Ia sanggup menyembuhkan dengan sabda dari jauh; pernah Ia melakukannya. Tetapi kali ini Ia mengulurkan tangan dan menjamah orang itu lebih dahulu, baru berkata: Aku mau, jadilah engkau tahir. Sentuhan itu sendiri sudah kesembuhan yang pertama. Sebelum kulitnya pulih, martabatnya dipulihkan: engkau bukan barang najis, engkau manusia.
Di sekitar kita ada orang-orang yang dikucilkan dengan cara halus: janda yang digunjingkan, bekas narapidana, keluarga yang ditimpa aib. Mereka tidak selalu membutuhkan uang kita. Yang paling dirindukan sering keberanian kita untuk mendekat dan menjamah.
Tuhan, Engkau tidak jijik kepadaku. Jadikanlah tanganku perpanjangan tangan-Mu bagi mereka yang lama tak disentuh. Amin.