‹ Semua renungan

Senin, 26 Juni 2028

Wajah Sendiri

Mata manusia itu ajaib. Ia sanggup melihat gunung sejauh puluhan kilometer dan membaca huruf sekecil semut. Tetapi ada satu benda yang mustahil dilihatnya langsung: wajah pemiliknya sendiri. Untuk itu ia membutuhkan cermin.

Yesus rupanya tahu kelemahan bawaan itu, lalu memakainya sebagai perumpamaan: mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Selumbar itu serpihan halus; balok itu kayu penyangga atap. Kita memang jeli luar biasa terhadap cacat orang lain dan rabun berat terhadap cacat sendiri.

Bacaan pertama bisa menjadi ujiannya. Membaca kisah jatuhnya Samaria, mudah sekali kita menggeleng-geleng: keras kepala benar mereka, sudah diperingatkan para nabi masih menegarkan tengkuk. Persis pada saat menggeleng itulah kita sedang menatap selumbar. Pertanyaan yang lebih jujur: peringatan mana yang sedang kuabaikan hari-hari ini?

Yesus tidak melarang kita menolong saudara mengeluarkan selumbarnya. Ia hanya menetapkan urutannya: keluarkanlah dahulu balok dari matamu. Dan firman Allah adalah cermin yang disediakan-Nya untuk itu.

Tuhan, sebelum aku menilai siapa pun hari ini, hadapkanlah aku lebih dahulu pada cermin-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →