‹ Semua renungan

Sabtu, 24 Juni 2028

Namanya Yohanes

Memilih nama anak bukan pekerjaan semalam. Calon ayah dan ibu membuka buku, menimbang bunyi, menanyakan arti, meminta pendapat orang tua. Orang Jawa menyebut asma kinarya japa: nama adalah doa. Setiap kali nama itu dipanggil, doanya diulang.

Hari ini Gereja merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis, dan pusat kisahnya justru soal nama. Para tetangga hendak menamai bayi itu Zakharia, menurut nama bapanya. Wajar dan penuh hormat. Tetapi Elisabet menolak: ia harus dinamai Yohanes. Orang-orang protes, tidak ada sanak saudara yang bernama demikian. Lalu Zakharia yang bisu meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika itu juga lidahnya terlepas dan ia memuji Allah.

Mengapa sebuah nama sampai membuka mulut yang terkunci? Yohanes berarti Allah bermurah hati. Anak ini bukan sekadar penerus silsilah bapanya. Ia awal babak baru: pembuka jalan bagi kemurahan Allah yang datang dalam Kristus. Namanya sendiri sudah menjadi pewartaan pertamanya.

Bacaan pertama memperluas cakrawalanya. Hamba Tuhan berkata: TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Sebelum bidan sempat mencatat berat badan, Allah sudah menyebut nama. Tidak ada manusia yang lahir tanpa nama di hadapan-Nya.

Dan lihatlah bagaimana Yohanes dewasa memperlakukan nama besarnya. Ketika orang banyak mulai menyangka dialah Mesias, ia menjawab tegas: aku bukanlah Dia; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Kebesaran Yohanes justru di situ. Ia tahu namanya menunjuk kepada Allah yang bermurah hati, bukan kepada dirinya sendiri.

Para tetangga dulu bertanya sambil merenung: menjadi apakah anak ini nanti? Pertanyaan itu pantas kita ajukan juga tentang diri kita, pada umur berapa pun. Sebab nama kita pun disebut Allah sejak dari kandungan, dengan sebuah maksud. Sudahkah hidup kita menjadi doa yang terkandung dalam panggilan itu?

Tuhan, Engkau menyebut namaku sebelum aku lahir. Seperti Yohanes, jadikanlah hidupku penunjuk jalan kepada-Mu, bukan kepada diriku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →