Jumat, 23 Juni 2028
Di Mana Hartamu
Setiap rumah punya tempat penyimpanan paling dalam. Laci yang terkunci, kotak di dasar lemari. Isinya belum tentu mahal menurut toko: surat tanah, foto lusuh, cincin nikah. Tetapi lihatlah apa yang disimpan seseorang paling dalam, maka kita sedang melihat isi hatinya.
Dalam lanjutan Khotbah di Bukit yang kita dengarkan hari-hari ini, Yesus merumuskannya dengan kalimat yang tidak bisa ditawar: di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Kalimat itu bekerja dua arah. Hati mengikuti harta, dan harta membocorkan hati. Mau tahu apa yang sungguh kita sembah? Jangan periksa pengakuan iman kita; periksalah apa yang paling kita cemaskan kehilangannya.
Bacaan pertama menyimpan gambaran yang diam-diam indah. Ketika Atalya membantai seluruh keturunan raja, satu bayi bernama Yoas diselamatkan dan disembunyikan enam tahun lamanya di rumah TUHAN. Satu-satunya sisa nyala keturunan Daud, janji Allah yang tinggal sebiji, disimpan di tempat paling aman: dekat altar. Allah menyimpan harta-Nya di rumah-Nya sendiri, sampai tiba waktunya mahkota dikenakan.
Hari ini kita merayakan Hati Yesus yang Mahakudus. Perayaan ini sebenarnya jawaban atas pertanyaan tua: di manakah Allah menyimpan harta-Nya? Dan jawabannya mengejutkan. Harta Allah bukan emas, bukan kemuliaan, melainkan manusia. Kita. Hati Yesus yang ditikam di salib dan tetap terbuka itulah tempat penyimpanannya. Di dalamnya tidak ada ngengat, tidak ada karat, tidak ada pencuri yang sanggup membongkar. Nama kita tersimpan di sana lebih aman daripada di laci mana pun.
Kalau begitu, dua pertanyaan pantas kita bawa pulang. Pertama, percayakah aku bahwa diriku harta yang disimpan di Hati Yesus, juga pada hari-hari ketika aku merasa paling tidak berharga? Kedua, hatiku sendiri sedang menyimpan apa? Jangan-jangan penuh sesak oleh barang-barang yang dimakan ngengat, sementara Dia yang menyimpanku justru tidak mendapat tempat.
Hati Yesus yang Mahakudus, Engkau menyimpan aku di dalam-Mu. Jadikanlah hatiku serupa Hati-Mu: lembut, terbuka, dan setia. Amin.