‹ Semua renungan

Kamis, 22 Juni 2028

Bapa Sudah Tahu

Anak kecil yang haus tidak menyusun pidato. Ia cukup berseru: bu, minum. Dua kata, dan ibunya sudah bergerak. Malah sering, sebelum anak itu berseru, ibu sudah menyiapkan gelasnya.

Yesus mengajar kita berdoa dengan cara anak itu: janganlah bertele-tele, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepada-Nya. Lalu Ia memberikan Bapa Kami, doa yang pendeknya mengejutkan. Tidak ada kata mubazir di sana. Nama Bapa, Kerajaan-Nya, roti secukupnya untuk hari ini, ampun yang diterima dan dibagikan, perlindungan dari yang jahat. Selesai.

Kalau Bapa sudah tahu, untuk apa berdoa? Karena doa memang bukan setoran informasi kepada Allah. Doa adalah anak yang mendekat kepada bapanya. Yang berubah lewat doa bukan pengetahuan Allah, melainkan hati kita: dari cemas menjadi percaya, dari menggenggam menjadi terbuka.

Bacaan pertama melukiskan Elia bagaikan api, yang doanya mengunci dan membuka langit. Rahasianya bukan kalimat sakti, melainkan hubungan yang hidup dengan Allah yang dilayaninya. Doa kita hari ini tidak perlu panjang. Perlu jujur.

Bapa kami yang di surga, Engkau tahu keperluanku hari ini. Jadilah kehendak-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →