‹ Semua renungan

Senin, 19 Juni 2028

Kebun Nabot

Sengketa tanah termasuk perkara paling panas di negeri ini. Gara-gara patok bergeser sejengkal, saudara bisa menjadi lawan di pengadilan. Apalagi kalau yang menggeser patok adalah orang berkuasa.

Nabot hanya punya kebun anggur warisan leluhur, dan raja Ahab menginginkannya untuk kebun sayur. Nabot menolak dengan takwa: kiranya TUHAN menghindarkan aku melepas milik pusaka nenek moyangku. Ahab pulang merajuk. Izebel, istrinya, turun tangan dengan cara yang mengerikan justru karena rapi: maklumkan puasa, siapkan dua saksi dursila, gelar sidang, jatuhkan tuduhan menghujat. Nabot dilempari batu sampai mati, dan Ahab tinggal turun mengambil kebunnya.

Perhatikan: setiap tahap kejahatan itu berjubah prosedur resmi. Ada sidang, ada saksi, ada hukum yang dikutip. Kejahatan paling licin memang jarang tampil sebagai perampok; ia tampil sebagai berkas yang lengkap.

Injil hari ini memutus rantainya dari sisi korban: janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Tetapi ada teguran juga bagi yang menonton. Para tua-tua kota yang patuh menuruti surat Izebel ikut membunuh Nabot dengan diamnya. Di hadapan ketidakadilan, sikap netral itu sebenarnya tidak ada.

Tuhan, kuatkanlah aku membela yang lemah, dan jangan biarkan aku menjadi bagian dari keramaian yang diam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →