Selasa, 20 Juni 2028
Matahari untuk Ahab
Matahari pagi tidak memeriksa daftar penghuni sebelum terbit. Ia menghangatkan halaman orang saleh dan halaman orang serakah dengan takaran yang sama. Kalau matahari pilih-pilih, separuh bumi mungkin gelap selamanya.
Kemarin kita mendengar Nabot mati oleh rekayasa Izebel, dan Ahab tinggal memetik hasilnya. Hari ini Elia datang membawa vonis: di tempat anjing menjilat darah Nabot, di situ juga anjing akan menjilat darahmu. Sampai di sini kisahnya terasa adil. Tetapi lalu terjadi hal yang tidak kita duga. Ahab mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung, berpuasa, berjalan dengan langkah lamban. Dan TUHAN berkata kepada Elia: sudahkah kaulihat Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Hukuman pun ditunda.
Bahkan Ahab. Bahkan perampas kebun dan pembunuh itu masih diberi ruang untuk bertobat. Di sinilah bacaan pertama bertemu Injil: Bapamu menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Kalau Allah masih memberi pagi kepada Ahab, siapakah orang yang boleh kita coret dari daftar harapan?
Bapa, kasih-Mu lebih luas dari rasa keadilanku. Ajarilah aku berharap bagi orang yang paling sulit kukasihi. Amin.