Minggu, 18 Juni 2028
Meja bagi yang Diampuni
Perkara-perkara besar di kampung jarang selesai di ruang rapat. Ia selesai di meja makan. Dua keluarga yang berseteru dipertemukan dalam kenduri, makan dari nasi yang sama, dan es yang bertahun-tahun membeku mulai mencair. Duduk semeja memang bukan perkara kecil.
Kata kawan pun konon lahir dari kebiasaan itu. Bahasa Latin menyebut sahabat companio, dari cum dan panis: orang yang berbagi roti yang sama. Teman sejati adalah teman semeja.
Minggu lalu kita memandang belas kasih Yesus di gerbang kota Nain. Hari ini kita mengikuti-Nya masuk ke meja makan Simon, orang Farisi. Lalu masuklah perempuan yang seisi kota tahu dosanya. Ia menangis di kaki Yesus, menyeka kaki itu dengan rambutnya, meminyakinya dengan minyak wangi. Simon jijik dan menghakimi dalam hati. Tetapi Yesus membela perempuan itu lewat perumpamaan dua orang yang dihapuskan hutangnya, lalu berkata: dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.
Hari ini kita merayakan Tubuh dan Darah Kristus. Dan kisah di meja Simon itu meluruskan bayangan kita tentang Ekaristi. Meja Tuhan bukan pesta bagi orang-orang yang merasa bersih. Ia meja bagi orang berdosa yang diampuni. Daud dalam bacaan pertama jatuh sedalam-dalamnya: mengambil istri orang dan membiarkan suaminya dibunuh. Tetapi begitu ia mengaku, aku sudah berdosa kepada TUHAN, jawaban Natan datang cepat sekali: TUHAN telah menjauhkan dosamu.
Paulus merangkum buahnya dalam satu kalimat yang layak dihafal: aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Itulah yang terjadi setiap kali kita menyambut komuni. Kristus memberikan Tubuh-Nya menjadi makanan supaya hidup-Nya mengalir dalam tubuh kita. Ia mau menjadi companio kita dalam arti yang paling harfiah: bukan hanya berbagi roti, melainkan menjadi roti itu sendiri.
Maka sebelum maju ke altar, baiklah kita jujur seperti perempuan itu, bukan menjaga gengsi seperti Simon. Yang membuat kita layak bukan catatan yang bersih, melainkan hati yang tahu dirinya diampuni dan karena itu banyak mengasihi.
Tuhan Yesus, Roti Hidup, Engkau sudi semeja dengan orang berdosa seperti aku. Jadikanlah komuni yang kusambut sumber kasih yang besar. Amin.