Rabu, 14 Juni 2028
Dua Perahu
Berdiri dengan satu kaki di perahu ini dan satu kaki di perahu sebelah rasanya aman. Dua-duanya dipegang, tidak ada yang dilepas. Sampai kedua perahu itu mulai bergerak berlawanan arah.
Kemarin kita melihat Allah memelihara Elia lewat tepung seorang janda. Hari ini nabi itu tampil terbuka di gunung Karmel dan menantang bangsanya dengan pertanyaan menohok: berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia; kalau Baal, ikutilah dia. Rakyat tidak menjawab sepatah kata pun. Mereka memang tidak menolak TUHAN. Mereka hanya menambahkan Baal, untuk jaga-jaga. Ibadah rangkap, hati bercabang.
Lalu api turun menyambar habis kurban Elia, dan seluruh rakyat sujud: TUHAN, Dialah Allah! Api itu tidak diminta membakar siapa-siapa. Ia hanya diminta menjelaskan pilihan.
Kita jarang menyembah patung. Tetapi Baal zaman ini lebih halus: uang yang menentukan semua keputusan, gengsi yang mengatur seluruh tingkah, rasa aman yang membuat Tuhan disimpan sebagai cadangan. Hari ini pertanyaan Elia diarahkan kepada kita: berapa lama lagi bercabang hati?
Tuhan, Engkaulah Allah. Tolonglah aku turun dari perahu yang satunya. Amin.