‹ Semua renungan

Selasa, 23 Mei 2028

Kami Semua Masih di Sini

Kalau pintu penjara tiba-tiba terbuka di tengah malam, apa yang paling masuk akal? Lari. Selamatkan diri selagi bisa. Itulah yang dinanti setiap tahanan. Maka yang terjadi di Filipi sungguh di luar nalar.

Paulus dan Silas dipenjara, kaki dipasung. Tengah malam terjadi gempa hebat; semua pintu terbuka dan belenggu terlepas. Jalan menuju kebebasan terbentang lebar. Tetapi mereka tidak lari. Ketika kepala penjara terbangun, melihat pintu-pintu menganga, ia mengira semua tahanan kabur. Dalam putus asa ia menghunus pedang hendak membunuh diri, sebab menurut hukum, nyawanya menjadi tanggungan bila tahanan lolos. Saat itulah Paulus berseru, "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"

Kalimat itu menyelamatkan sebuah nyawa. Paulus dan Silas rela menahan diri untuk tidak lari, demi seorang penjaga yang tadinya memasung mereka. Kebebasan yang mereka terima tidak mereka pakai untuk menyelamatkan diri sendiri, melainkan untuk menyelamatkan orang lain. Ujungnya, malam itu juga kepala penjara dan seisi rumahnya dibaptis.

Betapa sering pintu keluar yang mudah menggoda kita: kabur dari tanggung jawab, meninggalkan orang yang menyusahkan, menyelamatkan diri dan membiarkan yang lain. Kadang justru dengan tinggal, dengan berkata aku masih di sini, kita menjadi jalan keselamatan bagi orang lain.

Tuhan, ketika pintu untuk lari terbuka lebar, berilah aku hati untuk tetap tinggal demi keselamatan sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →