‹ Semua renungan

Senin, 22 Mei 2028

Tuhan Membuka Hati

Seorang pedagang kain tahu betul bahwa membuka gulungan dagangan itu pekerjaan tangan. Kain digelar, warna diperlihatkan, calon pembeli diyakinkan. Tetapi ada satu hal yang tidak bisa dibuka oleh tangan pedagang mana pun: hati orang. Kita bisa membentangkan seribu alasan, dan hati lawan bicara tetap tertutup rapat.

Di Filipi, Paulus duduk di tepi sungai dan berbicara kepada sekelompok perempuan. Salah satunya bernama Lidia, penjual kain ungu dari Tiatira, seorang pengusaha yang beribadah kepada Allah. Lukas mencatat kalimat yang halus tetapi menentukan: "Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus." Paulus berbicara, tetapi yang membuka hati Lidia bukan kepandaian Paulus, melainkan Tuhan sendiri. Manusia menabur kata, Allah membuka pintu.

Ini melegakan bagi kita yang sering merasa gagal meyakinkan orang tercinta tentang iman. Anak yang menjauh, pasangan yang dingin, sahabat yang menutup diri. Kita cenderung memaksa membuka pintu yang bukan wewenang kita. Padahal tugas kita hanya berbicara dengan sabar dan hidup dengan tulus. Membuka hati adalah pekerjaan Tuhan.

Dan Lidia, begitu hatinya terbuka, langsung membuka pula rumahnya: "Marilah menumpang di rumahku." Hati yang dibuka Tuhan selalu berujung pada tangan yang terbuka bagi sesama.

Tuhan, aku menabur kata, tetapi Engkaulah yang membuka hati. Berilah aku kesabaran menanti karya-Mu dalam diri orang yang kukasihi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →