‹ Semua renungan

Kamis, 18 Mei 2028

Tanpa Syarat Tambahan

Siapa yang tidak pernah kesal mengurus surat yang syaratnya bertambah terus? Sudah datang membawa map tebal, ternyata kurang satu lampiran. Dilengkapi, muncul syarat baru lagi. Rasanya pintu sengaja dibikin sempit, supaya tidak semua orang bisa masuk.

Kemarin kita mendengar sidang di Yerusalem dimulai. Hari ini kita mendengar keputusannya. Persoalannya besar: haruskah orang dari bangsa lain lebih dulu disunat dan memikul seluruh hukum Musa sebelum boleh menjadi murid? Beberapa orang menuntut demikian. Tetapi Petrus bangkit dan berkata, "Mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikul?" Lalu Yakobus menyimpulkan bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka yang berbalik kepada Allah.

Keputusan itu melegakan. Keselamatan bukan pintu berbirokrat yang syaratnya ditambah-tambah oleh manusia. "Kita percaya bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus kita akan beroleh keselamatan." Rahmat itu cuma-cuma. Yang menambahkan syarat justru sedang mempersempit apa yang Allah buat lebar.

Kadang kita pun jadi petugas loket yang galak dalam iman: menuntut orang lain memenuhi standar kita sebelum layak dianggap saudara seiman. Padahal Allah menerima lebih dulu, baru membenahi. Bukan sebaliknya.

Tuhan, jangan biarkan aku menambah beban pada sesama yang datang kepada-Mu. Ajarilah aku menyambut seperti Engkau menyambut, dengan rahmat yang cuma-cuma. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →