‹ Semua renungan

Selasa, 16 Mei 2028

Damai yang Tak Dijual Dunia

Dunia menjual damai dengan syarat. Damai baru datang kalau tagihan lunas, kalau anak sudah pulang, kalau hasil tes bagus, kalau semua beres. Artinya damai model ini selalu bergantung pada keadaan. Begitu satu hal meleset, damai itu ikut hilang. Ia damai yang rapuh, karena harganya adalah segala sesuatu harus berjalan mulus.

Kemarin kita mendengar Yesus menjanjikan Penghibur. Hari ini Ia menyebut nama pemberian-Nya: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu." Damai-Nya berbeda jenis. Ia tidak menunggu keadaan tenang. Ia justru bertahan di tengah badai.

Lihat Paulus dalam bacaan pertama. Ia dilempari batu di Listra sampai dikira mati, diseret ke luar kota. Tetapi begitu siuman, ia bangkit dan masuk lagi ke kota itu, lalu esoknya melanjutkan perjalanan. Bukan karena ia kebal sakit, melainkan karena damainya tidak bersumber dari situasi. Ia bahkan berani berkata bahwa untuk masuk Kerajaan Allah, kita harus melewati banyak sengsara.

Damai dunia berkata: tenanglah, semua akan beres. Damai Kristus berkata: Aku menyertaimu, apa pun yang terjadi. Yang satu bisa habis dibeli keadaan. Yang lain tidak dijual di mana-mana.

Tuhan, berilah aku damai-Mu, yang tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada kehadiran-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →