Rabu, 3 Mei 2028
Tongkat Estafet
Dalam lomba lari beranting, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang berlari paling kencang, melainkan oleh tongkat yang tidak jatuh saat berpindah tangan. Detik perpindahan itu paling menegangkan. Sekali tongkat lepas, seluruh regu tamat, secepat apa pun larinya.
Paulus hari ini bicara seperti pelari yang sedang mengoper tongkat. "Aku menyampaikan kepadamu apa yang telah kuterima sendiri," tulisnya. Lalu ia sebut isinya: Kristus mati karena dosa kita, dikuburkan, dibangkitkan pada hari ketiga, menampakkan diri kepada Kefas, kepada kedua belas, kepada lebih dari lima ratus orang. Inti iman itu bukan temuannya sendiri. Ia menerimanya, dan kini meneruskannya, utuh, tanpa dikurangi.
Pesta Santo Filipus dan Santo Yakobus mengingatkan bahwa tongkat itu pernah singgah di tangan para rasul. Filipus yang pernah polos meminta ditunjukkan Bapa, dan Yakobus yang menjadi tiang jemaat Yerusalem, keduanya berlari sampai tumbang, lalu mengoperkannya kepada angkatan berikut. Dari tangan ke tangan, lintas abad dan benua, sampai akhirnya tiba juga di tangan kita hari ini.
Iman kita bukan barang temuan pribadi. Ia titipan berabad-abad. Pertanyaannya, kepada siapa kita akan mengoperkannya? Anak, tetangga, teman semeja? Jangan sampai tongkat itu jatuh di genggaman kita.
Tuhan, aku menerima iman ini dari tangan-tangan sebelum aku. Kuatkanlah aku meneruskannya utuh kepada yang datang sesudahku. Amin.