‹ Semua renungan

Senin, 1 Mei 2028

Upah yang Tak Basi

Setiap tanggal muda, ada satu kata yang paling dinanti para pekerja: gajian. Amplop dibuka, angka dihitung, dan dalam hitungan hari sebagian sudah berpindah ke pasar, ke sekolah, ke tukang tagih. Uang gaji memang begitu tabiatnya. Ia datang untuk cepat habis.

Orang banyak mengejar Yesus mengelilingi danau. Bukan karena mereka mengerti tanda, kata Yesus, melainkan karena kemarin mereka makan roti sampai kenyang. Maka Ia menaruh satu kalimat yang mengusik: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal." Yesus tidak melarang kita mencari nafkah. Ia hanya bertanya, sampai di mana kita berhenti. Adakah kerja kita hanya sampai pada yang bisa basi, atau menembus sampai pada yang tidak lekang?

Hari ini Gereja mengenang Santo Yusuf sebagai pekerja. Di bengkel Nazaret, palu dan doa tidak pernah dipisahkan. Ia menyerut kayu untuk sesuap nasi, tetapi dari tangan yang sama Ia membesarkan Sang Roti Hidup. Kerja dan iman menyatu dalam satu meja kerja.

Pekerjaan kita hari ini, kalau dipersembahkan, bisa ikut bertahan sampai kekal. Kalau tidak, ia berhenti di amplop yang cepat kosong.

Tuhan, kuduskanlah pekerjaan tanganku hari ini, agar tidak berhenti pada yang binasa, melainkan sampai pada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →