‹ Semua renungan

Minggu, 30 April 2028

Di Dekat Api Arang

Minggu lalu kita berdiri bersama Tomas, yang ragu lalu percaya ketika menyentuh luka Tuhan. Hari ini kita berpindah ke tepi danau, ke sebuah adegan pemulihan yang penuh kelembutan.

Yohanes menaruh satu detail kecil yang gampang terlewat. Ketika para murid tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata api arang hanya muncul dua kali dalam seluruh Injil Yohanes. Yang pertama di halaman rumah Imam Besar, ketika Petrus berdiri menghangatkan diri di dekat api arang, lalu tiga kali menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Kini, di tepi danau, ada api arang yang lain. Bukan kebetulan. Di dekat api tempat ia pernah jatuh, Petrus justru akan dipulihkan.

Sesudah sarapan, Yesus bertanya kepada Simon Petrus, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Sekali. Dua kali. Tiga kali. Petrus sampai sedih ditanya berulang. Tetapi tiga pertanyaan itu bukan untuk menyiksa; masing-masing menghapus satu dari tiga penyangkalan di dekat api yang dulu. Di tempat luka itu dibuat, di situ pula ia disembuhkan. Tuhan tidak menutupi kegagalan Petrus dengan pura-pura lupa. Ia membawanya kembali ke tempat kejadian, lalu menyembuhkannya dengan lembut.

Perhatikan pula, sesudah setiap jawaban kasih, Yesus memberi tugas, "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Pemulihan sejati selalu berujung pada perutusan. Petrus tidak sekadar dimaafkan lalu disuruh pulang. Ia dipercaya kembali, bahkan diberi tanggung jawab yang lebih besar. Kasih yang diakui tiga kali itu diubah menjadi pelayanan.

Bacaan pertama menunjukkan Petrus yang sudah pulih. Orang yang dulu menyangkal karena takut pada seorang hamba perempuan kini berdiri di depan Mahkamah Agama dan berkata, "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia." Bahkan sesudah disesah, para rasul pergi dengan gembira, karena dianggap layak menderita penghinaan demi Nama Yesus. Yang dulu lari dari api kini berjalan menyongsong penghinaan dengan sukacita.

Dan bacaan kedua mengangkat pandangan kita ke tujuan segalanya. Yohanes melihat di surga berlaksa-laksa malaikat menyanyi, "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa dan kemuliaan." Domba yang tersembelih itulah pusat pujian abadi, dan Petrus yang dipulihkan di tepi danau kelak ikut mengikuti Domba itu sampai ke salibnya sendiri.

Kita masing-masing punya api arang, tempat kita pernah menyangkal, gagal, atau lari. Kabar baiknya, Tuhan tidak menghindari tempat itu. Ia justru menyalakan api baru di sana dan bertanya dengan sabar, apakah engkau mengasihi Aku?

Tuhan, bawa aku kembali ke tempat aku pernah gagal, dan sembuhkan aku di sana dengan pertanyaan-Mu yang lembut. Ketika aku menjawab kasih, utuslah aku kembali untuk menggembalakan sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →