‹ Semua renungan

Jumat, 28 April 2028

Jangan Ada yang Terbuang

Sesudah lima ribu orang kenyang dari lima roti dan dua ikan, kita mengira kisahnya selesai di puncak mukjizat. Tetapi Yesus menambahkan satu perintah yang tampak sepele, "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Dan terkumpullah dua belas bakul penuh sisa.

Aneh, bukan? Dia yang baru saja menciptakan roti dari yang sedikit, kini menyuruh memunguti remah-remah yang tercecer. Kalau Ia sanggup melipatgandakan begitu mudah, mengapa repot mengumpulkan sisa? Justru di situ ada pelajaran halus. Kemurahan Tuhan tidak pernah menjadi alasan untuk boros. Berkat yang melimpah tetap harus dihargai, bukan diinjak-injak.

Orang tua zaman dahulu di kampung mengerti hal ini dalam bahasa yang sederhana: eman-eman kalau dibuang. Sebutir nasi yang jatuh dipungut kembali. Bukan karena miskin, melainkan karena tahu bahwa makanan adalah pemberian yang tidak boleh disepelekan.

Dunia kita hari ini penuh dengan yang terbuang. Makanan berlebih di satu meja, sementara meja lain kosong. Waktu, tenaga, kesempatan, bahkan orang, dianggap remah yang boleh disingkirkan. Yesus mengajarkan pandangan yang lain: tidak ada yang terlalu kecil untuk dipedulikan. Dua belas bakul itu adalah pelajaran bahwa di tangan Tuhan, bahkan sisa pun punya tempat.

Adakah remah, entah berupa makanan, waktu, atau orang, yang selama ini kita anggap layak dibuang begitu saja?

Tuhan, Engkau memungut yang tercecer dan tidak menyia-nyiakan apa pun. Ajar aku menghargai setiap pemberian-Mu, dan tidak membuang apa yang masih Kaupandang berharga. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →