Rabu, 26 April 2028
Dikunci, tapi Kembali Mengajar
Para pemimpin agama sudah kehabisan akal. Rasul-rasul terus mengajar tentang Yesus, maka jalan yang mereka tempuh sederhana: tangkap dan kurung. Petrus dan kawan-kawan dimasukkan ke penjara kota, pintu dikunci, pengawal berjaga. Masalah dianggap selesai.
Tetapi malam itu seorang malaikat Tuhan membuka pintu penjara dan membawa mereka keluar. Perhatikan perintah malaikat itu. Bukan larilah dan sembunyi, melainkan "pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak." Mereka dibebaskan bukan supaya aman, melainkan supaya kembali ke tempat yang persis membuat mereka ditangkap.
Paginya, para pejabat mendapati penjara terkunci rapi, pengawal lengkap di tempatnya, tetapi sel kosong. Lalu datang kabar yang membuat mereka bingung: orang-orang yang mereka penjarakan sedang mengajar di Bait Allah. Firman Tuhan ternyata tidak bisa dipenjara. Kita bisa mengurung orangnya, tetapi tidak kabarnya.
Kadang kita mengira sebuah kesulitan, sebuah larangan, sebuah tembok, cukup untuk menghentikan karya Tuhan. Sejarah berkata lain. Yang berasal dari Allah tidak bisa dikunci.
Apakah kita membiarkan tembok ketakutan mengurung kesaksian kita, padahal pintunya sudah dibukakan?
Tuhan, Engkau membuka pintu yang terkunci dan mengutus rasul-rasul kembali bersaksi. Bebaskan aku dari rasa takut, dan kirim aku kembali ke tempat Engkau ingin firman-Mu terdengar. Amin.