Selasa, 25 April 2028
Yang Pernah Lari, Menulis Injil
Hari ini kita memperingati Santo Markus, penulis Injil kedua. Yang menarik, tradisi mengaitkan Markus dengan seorang muda yang pernah gagal. Ia sempat ikut Paulus dan Barnabas dalam perjalanan misi, lalu di tengah jalan ia mundur dan pulang. Perpisahan itu bahkan sempat membuat Paulus dan Barnabas berselisih. Ada anak muda yang memulai dengan semangat, lalu menyerah di tengah jalan.
Tetapi kisah Markus tidak berhenti pada kegagalan itu. Di kemudian hari, Paulus justru memintanya kembali karena ia berguna untuk pelayanan. Dan dalam bacaan pertama hari ini, Petrus menyapanya dengan hangat, "Markus, anakku." Orang yang pernah lari kini menjadi anak rohani seorang rasul, dan tangannya menuliskan Injil yang kita baca sampai hari ini.
Betapa menghiburnya. Kegagalan di masa muda bukanlah titik akhir sebuah panggilan. Tuhan memberi kesempatan kedua, ketiga, kesekian, kepada orang yang mau kembali.
Bacaan pertama seakan menjadi nasihat Markus sendiri kepada kita, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Orang yang pernah jatuh dan dipulihkan tahu betul kebenaran kalimat itu.
Adakah kegagalan lama yang membuat kita mengira panggilan kita sudah tamat?
Tuhan, seperti Markus yang pernah mundur lalu Kaupulihkan, jangan biarkan kegagalanku menjadi kata terakhir. Terimalah kekhawatiranku, dan pakai aku kembali dalam pelayanan-Mu. Amin.