‹ Semua renungan

Senin, 24 April 2028

Ke Mana Angin Mau

Angin adalah hal yang kita rasakan tetapi tidak bisa kita genggam. Kita tahu ia lewat karena daun bergoyang, karena baju di jemuran berkibar, karena kulit terasa sejuk. Tetapi kita tidak pernah melihat angin itu sendiri, dan tidak bisa menyuruhnya datang atau pergi.

Dengan gambaran sederhana itulah Yesus menjelaskan Roh kepada Nikodemus. "Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." Roh Kudus tidak bisa diatur menurut jadwal kita. Ia bergerak dengan kehendak-Nya sendiri.

Nikodemus, seorang guru terpelajar, ingin segalanya masuk akal dan terkendali. Bagaimana mungkin orang tua dilahirkan kembali? Tetapi kelahiran baru bukan sesuatu yang kita rekayasa, melainkan sesuatu yang kita terima ketika angin itu berkenan lewat.

Bacaan pertama menunjukkan angin itu sedang bekerja. Ketika jemaat berdoa, tempat mereka berkumpul tergoyang, dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus lalu berbicara dengan berani. Mereka tidak memesan kejadian itu; mereka hanya berdoa, dan Roh datang.

Sudahkah kita membuka jendela hati, atau kita justru menutup rapat semua celah karena ingin mengendalikan sendiri arah hidup kita?

Roh Kudus, Engkau bertiup ke mana Engkau mau. Bukalah jendela hatiku, dan biarlah aku dilahirkan kembali oleh embusan-Mu yang tak kuduga. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →