Jumat, 21 April 2028
Semalam Tanpa Hasil
Para murid kembali ke pekerjaan lama mereka. "Aku pergi menangkap ikan," kata Petrus, dan yang lain ikut. Sepanjang malam mereka menebar jala di danau yang mereka kenal sejak kecil. Mereka nelayan berpengalaman, tahu di mana ikan biasa berkumpul, tahu kapan waktu terbaik menebar. Namun Yohanes mencatat dengan singkat, "malam itu mereka tidak menangkap apa-apa."
Ada malam-malam seperti itu dalam hidup setiap orang. Sudah bekerja keras, sudah memakai segala keahlian, sudah menghabiskan seluruh tenaga, dan hasilnya kosong. Jala ditarik naik, tetapi ringan. Lelah tanpa upah adalah salah satu kelelahan yang paling menyakitkan.
Ketika hari mulai siang, seorang berdiri di pantai dan bertanya apakah mereka punya lauk. Tidak ada, jawab mereka. Lalu orang itu berkata, "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu." Kalau dipikir dengan akal nelayan, saran itu ganjil. Apa bedanya sebelah kanan dan sebelah kiri di danau yang sama? Semalaman mencoba di segala sisi tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi mereka menurut. Dan jala itu penuh sampai tidak dapat ditarik lagi.
Yang membedakan malam yang kosong dan pagi yang penuh bukanlah kerja keras mereka; sepanjang malam mereka sudah bekerja keras. Yang membedakan adalah satu kata dari Dia yang berdiri di pantai. Ada hasil yang tidak lahir dari keahlian kita, melainkan dari ketaatan pada suara-Nya, bahkan ketika suara itu menyuruh sesuatu yang di mata kita kurang masuk akal.
Barulah sesudah jala penuh, murid yang dikasihi Yesus mengenali-Nya, "Itu Tuhan." Sering kita juga baru mengenali kehadiran Tuhan sesudah melihat buah dari menuruti-Nya. Ketaatan lebih dulu, pengenalan menyusul.
Betapa sering kita membalik urutannya. Kita ingin lebih dulu yakin bahwa sesuatu pasti berhasil, baru mau menurut. Padahal iman justru berjalan sebaliknya: menurut dulu karena percaya pada yang menyuruh, dan buahnya baru terlihat kemudian.
Bacaan pertama menegaskan dari mana kelimpahan itu sungguh berasal. Petrus, di hadapan Mahkamah Agama, memberitakan bahwa tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang olehnya kita diselamatkan, selain nama Yesus. Nama yang sama yang menyuruh menebar jala ke kanan itulah nama yang menyelamatkan.
Ketika malam terasa kosong meski kita sudah berusaha keras, adakah suara Tuhan yang kita abaikan hanya karena kedengarannya tidak masuk akal?
Tuhan, ketika seluruh usahaku terasa sia-sia, ajar aku menuruti suara-Mu meski tampak ganjil. Sebab kelimpahan sejati bukan dari kekuatanku, melainkan dari ketaatan pada firman-Mu. Amin.